Sabtu, 14 Juni 2014

Pemilihan Presiden 2014, " Menanti Kejujuran",

Ada baiknya kita mendengar lagu Lirik Lagu Gonk 2000,
 "Menanti Kejujuran"

 Lari dan lepas segala impian
Akan indahnya hari depan
Nikmatnya kedamaian yang kudambakan
Masih tetap impian
Kini kuberpijak di persimpangan
Tanpa arah pasti kujelang
Tak pernah ku mengerti
Arti kedamaian
Yang pernah kau janjikan
Menanti kejujuran
Harapkan kepastian
Hanya itu yang sanggup aku lakukan
Menanti kejujuran
Harapkan kepastian
Smoga damai jadi kenyataan
     Bila janji yang pernah kau beri
   Akan kunikmati dalam hidup ini


nikmati lagu ini di
http://www.youtube.com/watch?v=bv79dIvseM8

 Mari ucapkan terima kasih kepada Gonk 2000 dan God Bless ,karena dapat menikmati lagu gratis dengan racikan musik berkualitas tinggi, karya  asli Indonesia.



Rabu, 04 Juni 2014

Pemilihan Presiden kita ,Bukan sebuah pertandingan, ini adalah pilihan.


Pemilihan saat ini perlu kita bahas  dengan seksama mengingat saat inilah kita menentukan  pilihan untuk pemimpin kita yang meskipun kekuasaannya secara nyata sudah berkurang  dari periode sebelum ada amandemen UUD 45, dan terbagi dengan DPR , tapi  masih vital dan penting karena Presiden adalah eksekutif atau kepala pemerintahan.

Pada saat ini telah muncul 2 kandidat Presiden beserta cawapres  di hadapan kita. Jelas saat ini , mereka hadir setelah terseleksi oleh proses panjang.Bagaiamanapun juga mereka  adalah  putra putri terbaik bangsa ini. Maka sangat  disayangkan munculnya upaya menjelekkan jelekan salah  satu pihak. Gambaran detail tentang profile yang jelas  dan bagaimana mereka akan memimpin adalah penting tetapi prasangka atau dendam akan menghanguskan  kita semua, menjerumuskan kita.

Gambaran  tentang pemilihan presiden seperti pertandingan tinju adalah gambaran yang dibuat tanpa mempertimbangkan peran rakyat sebagai pemilih. Ini seperti rakyat pasif  menonton dan kemenangan ditentukan oleh mereka berdua. Tetapi hal ini sering jadi rujukan banyak pihak mulai wartawan, redaksi, mass media, pengamat  sehingga kondisi di masyarakat menjadi panas.

Bagi capres, berlomba-berlomba mencapai kebaikan bagi seluruh rakyat ,  dan bagi pemilih , kita perlu memilih  pemimpin yang  akan memberikan kebaikan yang lebih besar.Pemimpin yang bisa memberikan kebaikan besar tentunya didahului mampunya si pemimpin menyerap aspirasi rakyat , mengartikulasikan, dan kemuadian memberikan kepemimpian sesuai tujuan negara ini dibentuk.

Pemilihan Presiden 2014 ,Anak Kehidupan, pesan Gobless bersama Ahmad Albar

Anak Kehidupan 

Duduk sendiri ,Disini kutatap langit
Sambil kupetik gitar, kucumbui senja

Ombak lautan,seolah ajak bicara
tentang sebuah mimpi, tentang jalan yang panjang

langit makin merah..

hari berganti mengiringi langkah kaki
bagaikan matahari yang menyinari bumi

walau badai masih terkadang menerjang
kan tetap aku mainkan, nyanyian kehidupan

langit semakin merah

Kadang ku tak mengerti
akan isyarat alam ini

namun semuanya
bagai sebuah symphoni,kadang tersendat,kadang kupetik gitar ini

hari berganti mengiri langkah kaki
meraba mata hati kucari titik bumi

walaupun badai masih menghadang nanti
oh ....biar saja kunyanyikan lagu ini

kadang ku tak mengerti,akan isyarat alam ini
sering tak kusadari,bara api di dada ini

namun semuanya bagai sebuah symponi

hoo...hoo..
 

( dikutip dari lagu Godbless,anak kehidupan., dinyanyikan Ahmad Albar.)
 silakan nikmati musik ini, maru ucapkan terima kasih kepada God Bless.
 http://www.youtube.com/watch?v=352FoFyOppw&noredirect=1


Rabu, 14 Mei 2014

Caleg terpilih menjadi Anggota DPRRI 2014-2019


Berdasar Keputuusan KPU ,14Mei 2014.,nomor 416 tahun 2014.
 Caleg terpilih menjadi Anggota DPRRI 2014-2019

Hanafi Rais,PAN 
H.M.IdhamSamawi ,PDIP.
Siti Hediati S , Golkar
MY Esti Wijayati ,PDIP.
Andhika Pandhu P,Gerindra.
Dr. H .Sukamta.,PKS.
H. Agus Sulsityono,PKB.
Ambar Tjahyono, P Demokrat.


Anggota DPD terpilih 2014:

GKR Hemas
Moch Afnan Hadikusumo.
Cholid Mahmud.
Hafidz  Asrom

Jumat, 09 Mei 2014

Hasil rekapitulasi KPU nasional pemilu 2014 yang disahkan 9 Mei 2014 malam




Berikut ini daftar lengkap perolehan suara parpol peserta Pemilu 2014 dari hasil rekapitulasi KPU nasional
9 Mei 2014 malam.

1. Partai NasDem: 8.402812 (6,72%)
2. PKB: 11.298.957 (9,04%)
3. PKS: 8.480.204 (6,79%)
4. PDIP: 23.681.471 (18,95%)
5. Partai Golkar: 18.432.312 (14,75%)
6. Partai Gerindra: 14.760.371 (11,81%)
7. Partai Demokrat: 12.728.913 (10,19%)
8. PAN: 9.481.621 (7,59%)
9. PPP 8157488 6,53%
10. Partai Hanura: 6.579.498 (5,25%)
14. PBB: 1.825.750 (1,46%)
15. PKPI: 1.143.094 (0,91%)

Total suara sah dalam Pemilu 2014 adalah 124.972.491.
Partisipasi masyarakat dalam pemilu legislatif ini mencapai 75,11 persen.

untuk jual beli rumah lihat :

http://rumahtanahdijogjakarta.blogspot.com/


Selasa, 29 April 2014

Saat ini, Demokrasi atau MoneyCrazy..?



Pemantau pemilu Kemitraan mengungkapkan, praktik politik uang pada Pemilu 2014 terjadi lebih masif, vulgar, dan brutal dibandingkan pemilu terdahulu. Bukan hanya melibatkan peserta pemilu dan pemilih, tetapi juga penyelenggara pemilu.
"Kami banyak mendengar dan menerima laporan, politik uang pada pemilu kali ini sangat masif, vulgar dan brutal. Bahkan, ada yang mengatakan paling brutal dan vulgar dibanding pemilu-pemilu sebelumnya," ujar Penasehat Pemantau Kemitraan Wahidah Suaib di Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Jakarta Pusat, Senin (21/4/2014, kompas).
Dia mengatakan, berdasarkan laporan pemantau di lapangan, politik transaksional melibatkan partai, caleg, saksi partai, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan panitia pemungutan suara (PPS). Hal itu dilakukan untuk memenangkan caleg atau partai tertentu.
Wahidah juga mengatakan, hal tersebut jelas melanggar azas independensi dan profesionalisme yang mestinya dijunjung tinggi penyelenggara pemilu di semua tingkatan. Politik tebar uang ini sangat memprihatinkan karena dilakukan secara terang-terangan dan parahnya sebagai suatu yang hal lazim.
Terkait politik uang yang makin menguat, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pernah membuat survei khusus untuk mengukur tingkat skala politik uang dalam pilkada. Survei tersebut dilakukan dengan populasi nasional pada bulan Oktober 2005 dan Oktober 2010. Survei menggunakan metode penarikan sampel Multistage Random Sampling (MRS). Jumlah sampel sebanyak 1.000 orang responden dengan tingkat kesalahan sampel (sampling error) sebesar plus minus 4%. Hasil survey menunjukkan publik yang menyatakan akan menerima uang yang diberikan oleh kandidat mengalami kenaikan. Pada tahun 2005, sebanyak 27,5% publik menyatakan akan menerima uang yang diberikan calon dan memilih calon yang memberi uang. Angka ini naik menjadi 37,5% di tahun 2010.
Demikian pula persepsi public bahwa politik uang akan mempengaruhi pilihan atas kandidat, juga mengalami kenaikan dari 53,9% di tahun 2005 menjadi 63% di tahun 2010.
(suarapublik.co.id/index/index.php?...politik-uang..).

 Sedangkan faktor yang menyebabkan poltik uang ini makin marak dan seperti lazim  sampai saat ini, menurut hasil survey dan diskusi adalah:
1. Masyaraakat  yang masih perlu uang karena kondisi ekonominya belum sejahtera.
2. Caleg yang memaksakan diri, tanpa melihat kemampuan riil.
3, Adanya investor atau botoh atau cukong yang siap mendanai si caleg , yang bila berhasil jadi anggota legislatif, si pemodal itu  akan mendapat proyek ( main mata )  dari pemda atau pemerintah pusat yang seharusnya ditender terbuka. Seperti diketahu anggota legislatif saat ini punya wewenang di anggaran APBD/APBN sampai sangat rinci.
4. Prakondisi di masyarakat dimana  banyak sekali pilkada menggunakan politik uang dan si pemain money politik tetap dapat berkuasa dengan nyaman.
5. Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga hukum pengadil pemilihan umum  telah tercoreng oleh kasus  suap yang mengenai langsung Puncak kekuasaan Mahkamah Konstitusi yaitu  Ketua Mahkamah Konstitusi.
5. Prakondisi di masyarakat oleh putusan -putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sejak MK menangani  sengketa hasil  Pilkada dari tahun 2008 ( baik diketuai Mahfud ataupun Akil ) yang  didalamnya terdapat politik uang, yaitu
  a. MK tidak merekomendasikan pengusutan politik uang ke polisi menjadi pidana dengan sangsi hukum yang berat  dan  hanya mendiskualifikasi ( menggugurkan ) peserta pilkada tersebut.
  b. Bila pihak penggugat  dan tergugat akhirnya terbukti di persidangan sama sama melakukan  politik uang gugatan cuma ditolak tapi tidak  ada sangsi hukum terhadap para  pelaku, dan tak ada diskualifikasi pada mereka.
  c. Putusan Mk untuk pemilihan ulang tidak ada sangsi diskualifikasi terhadap pelaku politik uang,atau menjadikannya pidana pemilu yang berujung diskualifikasi ,  dan ternyata pelaku kembali melakukan politik uang dengan modus yang berbeda.
Hal ini menjadikan persepsi di masyarakat bahwa politik uang itu adalah cara yang diperbolehkan dan pelaku tidak bisa dihukum dan  tak ada  sangsi.
Sehingga  apa yang bisa diharapkan dari anggota legsilatif hasil Pemilu 2014 ini ?
Pemilu saat ini lebih tepat dinyatakan sebagai pesta  MoneyCrazy daripada pesta Demokrasi.



Senin, 28 April 2014

Melihat besarnya kecintaan warga Yogya ke GKR Hemas istri Sultan HB X sebagai DPD RI, Maka Sultan Hamengkubuwono X layak diusung manjadi Calon Presiden RI



Melihat besarnya kecintaan warga Yogya ke GKR Hemas istri Sultan HB X sebagai DPD RI,
Maka Sultan Hamengkubuwono X layak diusung manjadi Calon Presiden RI .

GKR Hemas sebagai permaisuri Sultan HB X  telah terpilih 3 kali  sebagai anggota DPD , dan meraih dukungan selalu diatas  55 %, dan tanpa  politik uang.  Kemenangan ini seperti menang satu putaran dalam suatu pemilu dengan pesaing yang berjumlah 12 orang,

Hal ini juga menjadi bukti nyata bahwa keluarga keraton Yogyakarta baik Sultan HB X maupun permaisuri HB X mendapat dukungan dan kecintaan yang besar dari  masyarakat.

Sedangka mengenai kompetensi , bisa dilhta dari survei oleh The President Centre  Oktober 2013,

"Sri Sultan Hamengku Buwono X meraih nilai tertinggi yakni 529 poin," kata Direktur Eksekutif The President Center  saat mengumumkan hasil jajak pendapat di Jakarta, Rabu (23/10/ 2013 ).

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meraih nilai tertinggi sebagai tokoh yang paling memiliki kompetensi untuk diusung sebagai calon presiden atau calon wakil presiden. Jejak pendapat yang dilakukan The President Center, Sri Sultan meraih poin tertinggi mengungguli 37 tokoh nasional lainnya.



Rekap KPU DIY 25 April 2014


Dari hasil rekapitulasi KPU DIY :

8 caleg DPR RI yang lolos itu dari 7 parpol.
Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara parpol dalam rapat pleno KPU DIY,
PDIP menempati urutan pertama dengan perolehan 511.781 suara atau 24,86 persen.

Posisi kedua ditempati PAN dengan perolehan 282.207 suara atau 13 persen.
PAN namtinya mendapatkan 1 kursi.

Posisi ketiga ditempati Gerindra dengan perolehan 256.401 atau 12,46 persen.

Selanjutnya posisi keempat ditempati PKB dengan perolehan 211.689 suara atau 10,28 persen.

Posisi kelima Golkar memperoleh 193.806 suara atau 9,42 persen.

Posisi keenam PKS memperoleh 173.550 suara atau 8,43 persen.

Posisi ketujuh adalah Partai Demokrat memperoleh 136.876 suara atau 6,65 persen.


Parpol yang sesuai atau memenuhi jumlah Bilangan Pembagi Pemilih (BPP), 257.433 hanya ada dua partai yakni PDIP dan PAN.
PDIP yang lolos adalah HM Idham Samawi dan Wijayati.

1 Kursi PAN, Golkar, PKS, Gerindra, PKB, adalah
Hanafi Rais, Siti Hediati alias Titiek Soeharto, Sukamto, Andika Pandu Purugabaya, Agus Sulistyono,

Demokrat meraup 136.876 suara, meloloskan Ambar Tjahjono meraih 38.166.
KRMT Roy Suryo hanya mendapatkan 28.243 suara. selisih 10.023 suara di bawah Ambar.


GKR Hemas untuk DPD RI memroleh 1.017.686 suara atau 50,59 persen.
Jumlah perolehan suara yang diraih GKR Hemas ini yang menembus angka 1 juta itu, tidak tertandingi calon lainnya

Caleg Terpilih sementara sebelum penetapan resmi KPU



Data diatas merupakan hasil perolehan suara hasil rekapiltulasi KPU DIY, dan kemuingkinan   besar tidak berubah.
Untuk penetapan resmi KPU DIY tangal 9 mei 2014.

Senin, 21 April 2014

berita dari KPU D di daerah Yogyakarta

KPUD Sleman


KPUD Kulonprogo yang dari media cetak ked. rakyat.


rekap dari KPUD kulonprogo