KPK perlu diperkuat jaringannya.
KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi dengan tugas yang maha berat di negeri ini perlu diperkuat keberadaannya. Jumlah komisioner dan penyidik perlu ditambah dan juga perlu dibentuk kantor perwakilan di tiap region yang tidak berdasar propinsi, tapi wilayah jangkauan agar tidak terkooptasi oleh pemerintah daerah setempat.
Sebagai lembaga yang tergolong baru, KPK memang lebih dianggap lebih clear dan clean.
Caleg Pilihan 2014
Sabtu, 24 Januari 2015
TNI sebagai salah satu lembaga pengaman dinilai tepat menengahi KPK dan Polri.
Di tengah konflik KPK dan Polri, Ketua KPK Abraham Samad menelepon Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk meminta bantuan melakukan pengamanan di Gedung KPK. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi gesekan antara dua institusi Polri dan KPK yang belakang terjadi kekisruhan. Moeldoko langsung menjawabnya dengan mengerahkan Kopassus dan intel untuk menengahi konflik itu.
Peneliti Pukat UGM Oce Madril mengatakan, langkah Abraham Samad meminta pertolongan kepada TNI dinilai tepat. Oce menilai konflik KPK dengan Polisi diperlukan adanya pihak penengah seperti TNI.Beberapa Pengamat sosial di Yogyakarta juga menilai bahwa hal ini adalah tepat, agar Polisi tidak terlalu sewenang-wenang terhadap KPK.
"Saya kira wajar bantuan kepada TNI, memang setahu saya TNI sudah kerja sama dengan KPK. Apalagi dengan adanya konflik dengan KPK sepertinya itu tidak logis apabila polisi berjaga," kata Oce kepada merdeka.com, Sabtu (24/1).
Oce menilai TNI tidak berlebihan sampai menurunkan Kopassus.
Menurutnya memang butuh satuan yang terlatih untuk mengatasi masalah ini.
"Saya kira tidak (berlebihan), karena fungsi TNI juga melakukan pengaman gedung-gedung vital dan lembaga-lembaga penting di negeri ini. Maka mungkin opsi TNI yang tepat adalah Kopassus.
Oce pun yakin Kopassus hanya melakukan pengamanan untuk mengantisipasi penyerbuan. Sah-sah saja karena KPK dan TNI sudah punya MoU kerja sama.
"Saya rasa untuk mencegah adanya potensi penyerbuan. apalagi kepolisian punya tujuan tertentu yaitu bareskrim ingin masuk ke kpk memeriksa berkas-berkas BW. saya rasa pengamanan yang sifat bukan untuk melawan tapi menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," beber Oce.
"Kalau misalkan yang disewa itu preman, orang bayaran, itu baru tindakan kpk tidak tepat. Jadi kalau TNI diminta bantuan saya rasa tidak berlebihan," tegasnya.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Fuad Basya mengatakan TNI telah diterjunkan untuk mengawal konflik antara dua institusi negara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dan Polri,agar tidak berlangsung lebih parah dan merugikan masyarakat.
"Kan ada petunjuk presiden kepada pimpinan KPK dan Kapolri bahwa jangan sampai ada gesekan antara dua institusi. Kalau intitusi sipil yang terlibat itu kan Polri yang mengamankan. Tapi karena ini permasalahan Polri dan KPK, Polri terlibat, maka panglima TNI merasa punya kewajiban mengamankan," kata Fuad Basya, saat dihubungi beberapa jurnalis , Sabtu (24/01).
Fuad menjelaskan, sejak kemarin personel TNI sudah diterjunkan untuk mengawal konflik dua institusi penegak hukum tersebut.
Di antaranya Kopassus dan intelijen. "Ya, Kopassus kita siagakan, ada intelijen juga. Intinya ini untuk menjaga internal," ujarnya.
( dikutip dari Merdeka dan ditambah sumber Jogja)
Peneliti Pukat UGM Oce Madril mengatakan, langkah Abraham Samad meminta pertolongan kepada TNI dinilai tepat. Oce menilai konflik KPK dengan Polisi diperlukan adanya pihak penengah seperti TNI.Beberapa Pengamat sosial di Yogyakarta juga menilai bahwa hal ini adalah tepat, agar Polisi tidak terlalu sewenang-wenang terhadap KPK.
"Saya kira wajar bantuan kepada TNI, memang setahu saya TNI sudah kerja sama dengan KPK. Apalagi dengan adanya konflik dengan KPK sepertinya itu tidak logis apabila polisi berjaga," kata Oce kepada merdeka.com, Sabtu (24/1).
Oce menilai TNI tidak berlebihan sampai menurunkan Kopassus.
Menurutnya memang butuh satuan yang terlatih untuk mengatasi masalah ini.
"Saya kira tidak (berlebihan), karena fungsi TNI juga melakukan pengaman gedung-gedung vital dan lembaga-lembaga penting di negeri ini. Maka mungkin opsi TNI yang tepat adalah Kopassus.
Oce pun yakin Kopassus hanya melakukan pengamanan untuk mengantisipasi penyerbuan. Sah-sah saja karena KPK dan TNI sudah punya MoU kerja sama.
"Saya rasa untuk mencegah adanya potensi penyerbuan. apalagi kepolisian punya tujuan tertentu yaitu bareskrim ingin masuk ke kpk memeriksa berkas-berkas BW. saya rasa pengamanan yang sifat bukan untuk melawan tapi menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," beber Oce.
"Kalau misalkan yang disewa itu preman, orang bayaran, itu baru tindakan kpk tidak tepat. Jadi kalau TNI diminta bantuan saya rasa tidak berlebihan," tegasnya.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Fuad Basya mengatakan TNI telah diterjunkan untuk mengawal konflik antara dua institusi negara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dan Polri,agar tidak berlangsung lebih parah dan merugikan masyarakat.
"Kan ada petunjuk presiden kepada pimpinan KPK dan Kapolri bahwa jangan sampai ada gesekan antara dua institusi. Kalau intitusi sipil yang terlibat itu kan Polri yang mengamankan. Tapi karena ini permasalahan Polri dan KPK, Polri terlibat, maka panglima TNI merasa punya kewajiban mengamankan," kata Fuad Basya, saat dihubungi beberapa jurnalis , Sabtu (24/01).
Fuad menjelaskan, sejak kemarin personel TNI sudah diterjunkan untuk mengawal konflik dua institusi penegak hukum tersebut.
Di antaranya Kopassus dan intelijen. "Ya, Kopassus kita siagakan, ada intelijen juga. Intinya ini untuk menjaga internal," ujarnya.
( dikutip dari Merdeka dan ditambah sumber Jogja)
Kita perlu KPK tapi kita juga perlu Kepolisian
Kita perlu KPK tapi kita juga Kepolisian .
Kedua institusi yang lurus, sangat diperlukan oleh segenap bangsa Indonesia.
KPK diperlukan karena korupsi di negerakita sudah cukup parah.
Kepolisian RI, dengan pasang surut organisasi yang telah lama hadir sejak Indonesia merdeka ,
tidak terlepas dari pergumulan proses berjalannya negara bangsa kita,
baik proses yang turut mengotori,
maupun yang turut membersihkan organisasi Kepolisian,
Kepolisian yang membela bangsa dan negara sesuai Pembukaan UUD 45,
yang berujung pada tugas negara melindungi rakyat Indonesia, melindungi segenap bangsa Indonesia,
tentu menjadi dambaan.
Kedua institusi yang lurus, sangat diperlukan oleh segenap bangsa Indonesia.
KPK diperlukan karena korupsi di negerakita sudah cukup parah.
Kepolisian RI, dengan pasang surut organisasi yang telah lama hadir sejak Indonesia merdeka ,
tidak terlepas dari pergumulan proses berjalannya negara bangsa kita,
baik proses yang turut mengotori,
maupun yang turut membersihkan organisasi Kepolisian,
Kepolisian yang membela bangsa dan negara sesuai Pembukaan UUD 45,
yang berujung pada tugas negara melindungi rakyat Indonesia, melindungi segenap bangsa Indonesia,
tentu menjadi dambaan.
Jumat, 03 Oktober 2014
PERPU yang tepat untuk memulihkan hak demokrasi langsung rakyat,
2 Oktober 2014, jam 21.30 , Presiden SBY menerbitkan 2 Perpu tentang Pilkada
yaitu
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang itu mengenai Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah dan Undang-Undang Pemerintah Daerah.
Dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Pemilihan Kepala Daerah,
SBY mengganti mekanisme pemilihan dari tidak langsung menjadi langsung.
Adapun Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tentang Perubahan Pemerintah Daerah,
SBY menghilangkan kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah memilih gubernur, bupati, dan wali kota.
SELAMAT ATAS TERPILIHNYA GKR HEMAS SEBAGAI WAKIL KETUA DPDP RI
SELAMAT ATAS TERPILIHNYA GKR HEMAS SEBAGAI WAKIL KETUA DPDP RI ,
SEMOGA DPD RI MAKIN BERPERAN NYATA DI MASYARAKAT
SEMOGA DPD RI MAKIN BERPERAN NYATA DI MASYARAKAT
Senin, 07 Juli 2014
Sabtu, 05 Juli 2014
Pemilu Presiden dan pengaruhya terhadap pangan, energi, dan lingkungan
Pemilu Presiden dan pengaruhya terhadap pangan, energi, dan lingkungan.
klikSabtu, 14 Juni 2014
Pemilihan Presiden 2014, " Menanti Kejujuran",
Ada baiknya kita mendengar lagu Lirik Lagu Gonk 2000,
"Menanti Kejujuran"
Lari dan lepas segala impian
nikmati lagu ini di
http://www.youtube.com/watch?v=bv79dIvseM8
Mari ucapkan terima kasih kepada Gonk 2000 dan God Bless ,karena dapat menikmati lagu gratis dengan racikan musik berkualitas tinggi, karya asli Indonesia.
"Menanti Kejujuran"
Lari dan lepas segala impian
Akan indahnya hari depan
Nikmatnya kedamaian yang kudambakan
Masih tetap impian
Kini kuberpijak di persimpangan
Tanpa arah pasti kujelang
Tak pernah ku mengerti
Arti kedamaian
Yang pernah kau janjikan
Menanti kejujuran
Menanti kejujuran
Harapkan kepastian
Hanya itu yang sanggup aku lakukan
Menanti
kejujuran
Harapkan
kepastian
Smoga
damai jadi kenyataan
Bila janji yang pernah kau beri
Bila janji yang pernah kau beri
Akan kunikmati dalam hidup ini
nikmati lagu ini di
http://www.youtube.com/watch?v=bv79dIvseM8
Mari ucapkan terima kasih kepada Gonk 2000 dan God Bless ,karena dapat menikmati lagu gratis dengan racikan musik berkualitas tinggi, karya asli Indonesia.
Rabu, 04 Juni 2014
Pemilihan Presiden kita ,Bukan sebuah pertandingan, ini adalah pilihan.
Pemilihan saat ini perlu kita bahas dengan seksama mengingat saat inilah kita menentukan pilihan untuk pemimpin kita yang meskipun kekuasaannya secara nyata sudah berkurang dari periode sebelum ada amandemen UUD 45, dan terbagi dengan DPR , tapi masih vital dan penting karena Presiden adalah eksekutif atau kepala pemerintahan.
Pada saat ini telah muncul 2 kandidat Presiden beserta cawapres di hadapan kita. Jelas saat ini , mereka hadir setelah terseleksi oleh proses panjang.Bagaiamanapun juga mereka adalah putra putri terbaik bangsa ini. Maka sangat disayangkan munculnya upaya menjelekkan jelekan salah satu pihak. Gambaran detail tentang profile yang jelas dan bagaimana mereka akan memimpin adalah penting tetapi prasangka atau dendam akan menghanguskan kita semua, menjerumuskan kita.
Gambaran tentang pemilihan presiden seperti pertandingan tinju adalah gambaran yang dibuat tanpa mempertimbangkan peran rakyat sebagai pemilih. Ini seperti rakyat pasif menonton dan kemenangan ditentukan oleh mereka berdua. Tetapi hal ini sering jadi rujukan banyak pihak mulai wartawan, redaksi, mass media, pengamat sehingga kondisi di masyarakat menjadi panas.
Bagi capres, berlomba-berlomba mencapai kebaikan bagi seluruh rakyat , dan bagi pemilih , kita perlu memilih pemimpin yang akan memberikan kebaikan yang lebih besar.Pemimpin yang bisa memberikan kebaikan besar tentunya didahului mampunya si pemimpin menyerap aspirasi rakyat , mengartikulasikan, dan kemuadian memberikan kepemimpian sesuai tujuan negara ini dibentuk.
Pemilihan Presiden 2014 ,Anak Kehidupan, pesan Gobless bersama Ahmad Albar
Anak Kehidupan
Duduk sendiri ,Disini kutatap langit
Sambil kupetik gitar, kucumbui senja
Ombak lautan,seolah ajak bicara
tentang sebuah mimpi, tentang jalan yang panjang
langit makin merah..
hari berganti mengiringi langkah kaki
bagaikan matahari yang menyinari bumi
walau badai masih terkadang menerjang
kan tetap aku mainkan, nyanyian kehidupan
langit semakin merah
Kadang ku tak mengerti
akan isyarat alam ini
namun semuanya
bagai sebuah symphoni,kadang tersendat,kadang kupetik gitar ini
hari berganti mengiri langkah kaki
meraba mata hati kucari titik bumi
walaupun badai masih menghadang nanti
oh ....biar saja kunyanyikan lagu ini
kadang ku tak mengerti,akan isyarat alam ini
sering tak kusadari,bara api di dada ini
namun semuanya bagai sebuah symponi
hoo...hoo..
( dikutip dari lagu Godbless,anak kehidupan., dinyanyikan Ahmad Albar.)
silakan nikmati musik ini, maru ucapkan terima kasih kepada God Bless.
http://www.youtube.com/watch?v=352FoFyOppw&noredirect=1
Rabu, 14 Mei 2014
Caleg terpilih menjadi Anggota DPRRI 2014-2019
Berdasar Keputuusan KPU ,14Mei 2014.,nomor 416 tahun 2014.
Caleg terpilih menjadi Anggota DPRRI 2014-2019
Hanafi Rais,PAN
H.M.IdhamSamawi ,PDIP.
Siti Hediati S , Golkar
MY Esti Wijayati ,PDIP.
Andhika Pandhu P,Gerindra.
Dr. H .Sukamta.,PKS.
H. Agus Sulsityono,PKB.
Ambar Tjahyono, P Demokrat.
Anggota DPD terpilih 2014:
GKR Hemas
Moch Afnan Hadikusumo.
Cholid Mahmud.
Hafidz Asrom
Jumat, 09 Mei 2014
Hasil rekapitulasi KPU nasional pemilu 2014 yang disahkan 9 Mei 2014 malam
Berikut ini daftar lengkap perolehan suara parpol peserta Pemilu 2014 dari hasil rekapitulasi KPU nasional
9 Mei 2014 malam.
1. Partai NasDem: 8.402812 (6,72%)
2. PKB: 11.298.957 (9,04%)
3. PKS: 8.480.204 (6,79%)
4. PDIP: 23.681.471 (18,95%)
5. Partai Golkar: 18.432.312 (14,75%)
6. Partai Gerindra: 14.760.371 (11,81%)
7. Partai Demokrat: 12.728.913 (10,19%)
8. PAN: 9.481.621 (7,59%)
9. PPP 8157488 6,53%
10. Partai Hanura: 6.579.498 (5,25%)
14. PBB: 1.825.750 (1,46%)
15. PKPI: 1.143.094 (0,91%)
Total suara sah dalam Pemilu 2014 adalah 124.972.491.
Partisipasi masyarakat dalam pemilu legislatif ini mencapai 75,11 persen.
untuk jual beli rumah lihat :
http://rumahtanahdijogjakarta.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)