Jumat, 28 Maret 2014

Calon Anggota DPD DI Yogyakarta pilihan

Calon Anggota DPD dari Daerah Istimewa  Yogyakarta,
updated baru 

Menurut informasi  dari  masyarakat luas, diprediksi Ibu GKR hemas, tetap akan terpilih sebagai calon DPD  dari dapil Jogja,..




sedangkan ,
Calon Anggota DPD dari DI Yogyakarta, yang banyak mendapat dukungan masyarakat di DI Yogyakarta  selain Ibu Gusti Kanjeng Ratu Hemas , berdasar jajak pendapat  adalah sebagai berikut :

1. Ismarindayani , SH., MH., CN.

atau
warga tetangganya di Yogyakarta  memanggil  Ibu Roy Suryo, atau  Ririen Roy Suryo











2. Muhammad Afnan Hadikusumo.




adapun  jumlah kursi DPD  RI dari DI. Yogyakarta  adalah 4 kursi DPD.

Untuk  melihat lebih detail profilenya, bisa di klik nama-nama diatas.

Nama-nama diatas muncul setelah diadakan survei untuk anggota  DPD pada masyarakat pada rentang waktu 18 Januari 2014  sampai 10 Februari 2014 dengan sample random tercluster dan pengamatan lapangan.
Sampel diambil sesuai usia hak pilih, dengan wawancara terarah.


Berbagai pendapat menyatakan Ibu Ismarindayani mempunyai dukungan yang signifikan  karena beliau  lahir dan dibesarkan di Yogyakarta, sehingga dalam rentang waktu yang lama dapat menghimpun dukungan yang luas.Popularitasmya makin naik, ketika Pak Roy Suryo, sang suami ibu Ismarindayani menjabat Menteri Pemuda dan Olah Raga.

Adapun Pak Muhammad Afnan Hadukusumo, mendapat dukungan dari warga Muhammadiyah Yogyakarta sebagai penyokong utama dan masyarakat luas berbagai kalangan  di DI Yogyakarta.

posting awal : 12 Februari  2014.





Jumat, 21 Maret 2014

Tarik kursi anggota DPR RI bila tidak mengemban amanah ! Oleh rakyat pemilih !!.

Kita bangsa Indonesai telah memilih jalan demokrasi dan kita sepakat itu sejak 18 Agustus 1945, negara dinamakan Republik Indonesia, Republik yang berarti kekuasaan di miliki rakyat.

Pelaksanaan prinsip republik dalam kehidupan bernegara mengalami pasang surut dan ini menuntut semua pihak untuk  meluruskan apabila tidak lurus.

Pada saat kita akan menggelar Pemilu,suatu titik penting dalam negara republik, dan itu diamanatkan UUD 45 sejak 18 Agustus 1945,harus dilaksanakan tiap5 tahun sekali. . Pada kurun waktu 1945-1950,negara kita tidak sempat ada pemilu , dimana alasan yang dikemukakan oleh pemimpin-pemimpin  waktu itu adalah kita , bangsa Indonesia masih berperang melawan Belanda.

Setelah kita mendapat pengakuan kedaulatan dari Belanda yang ingin menjajah lagi, negara Indoensia dibawah pimpinan Pak Karno baru melaksankan  Pemilu  1955 untuk memeilih anggota DPR Sementara dan dewan Konstituante yang diikuti 172 Partai. Kemudian tahun 1959 Presiden Sukarno mengelurkan dekrit pembubaran  Dewan Konstituante, dan pembentukan MPRS. Karena tidak ada Pemilu maka  anggota MPRS ini diangkat oleh Presiden.  Tahun 1959 atau selambat-lambatnya tahun 1960,mestinya rakyat Indonesia melaksanakan Pemilu, tapi itu tidak  terjadi. Pada saat itu politik menjadi lokomotif kehidupan rakyat Indonesia,caci maki adalah hal biasa di mass media,sampai suatu massmedia pun memuat headline katakata kotor adalah hal biasa  tetapi tampaknya situasi itu  malah kurang menguntungkan  bagi rakyat Indonesia.

Tahun 1965-1966,bangsa Indonesia mengalami pergantian kekuasaan,dan partai dilebur jadi cuma 3 dengan kesepakatan nasional. Pemilu dapat dilakukan setiap 5 tahun dengan teratur sejak tahun 1971.Beberapa pihak menilai jumlah partai yang cuma 3 tidak mampu menampung aspirasi mereka. Periode itu memang stabilitas dan pembangunan ekonomi lebih menjadi pilihan.

Tahun 1998 terjadilah reformasi, dan pemilu dilaksanakan lagi tahun 1999 ( 2 tahun setelah pemilu 1997)    untuk memilih anggota DPR yang baru yang diikuti 48 partai. 

Dan nanti tanggal 9 April 2014, kita bangsa Indonesia akan melaksanakan Pemilu yang ke 11 ( sebelas ). Keteraturan telah tercipta,tetapi proses penitipan amanah kepada anggota DPR tampaknya  harus diperbaiki terus menerus.Banyak rakyat menilai,banyak anggota DPR tidak  amanah,melanggar janji, beda antara sebelum dipilih dan setelah dipilih.

Salah satu hal penting untuk menciptakan proses demokrasi yang lebih baik adalah RECALL  oleh rakyat pemilih,bukan oleh partai.Mengingat kita sekarang pada hakekatnya sudah mencoblos  caleg langsung orang per orang, bukan memilih partai.

Bila tidak ada wewenag Recall  oleh rakyat pemilih,ini ibarat masyarakat hanya diberi cek kosong. Selesai dicoblos  dan terpilih, para angota Legislatif tersebut bisa lenggang kangkung,bisa amanahbisa juga tidak, dan itu bebas tidak terikat. Maka recall oleh rakyat pemilih adalah hal logis.

RECALL,kursi anggoata DPR  ditarik bila tidak mengemban amanah !

Kamis, 20 Maret 2014

info Baru, Caleg Pilihan DPR RI Dapil Yogyakarta

info baru updated , Caleg pilihan 2014 untuk anggota DPR RI dari dapil Yogyakarta :

1. Siti Hediati S atau Mbak Titik  dari Partai Golkar
updated info 20 maret 2014.
:Popularitasnya makin meningkat  seiring makin luasnya dukungan masyarakat.







2. KRMT  Roy Suryo   dari Partai Demokrat.



Pria ini  sekarang menjabat Menpora, dan sangat  merakyat di daerahnya.
Info updated 20 maret:
Keberhasilan dan ketenaran selama menjabat Menpora ,serta  kerajinannya  mengunjungi  masyarakat makin mengerek dukungan.

3. Juwarto dari  PDIP
Pak Juwarto sebelumnya adalah anggota DPR RI dari Dapil Yogyakarta. 2009-2014.
Info updated 20 maret :Dukungan dari masyarakat tradisional PDIP   cukup banyak  dan memfokus  kepada pak Juwarto.








4. Prof. Suhardi  dari Gerindra


Beliau adalah ketua umum Gerindra, Partai yang didirikan oleh Prabowo Subianto, yang menjabat Dewan Pembina.
info updated : Konsistensinya  dengan puasa gandum  mengundang simpati banyak masyarakat.
Puasa gandum yaitu tidak makan makanan yang berasal dari gandum (gandum tidak dapat tumbuh di Indonesia, sehingga harus import)

Untuk saat ini  hanya ditampilkan   4 Caleg pilihan yang memperoleh dukungan  dari  pendapat masyarakat,urutan selanjutnya  tidak ditampilkan karena perbedaan  perolehan angkanya sangat tipis.

Pengumpulan pendapat dilakukan pada bulan  Februari  2014 -  1 Maret 2014 dan diposting tgl  4 Maret  2014. dengan pengamatan lapangan  dan sample random tercluster dan informasi  tambahan.

Jumat, 14 Februari 2014

Survei atau polling adalah suatu hal biasa


Awal survei atau polling mulai ramai dibicarakan masyarakat di Indonesia adalah ketika  pemilu pilpres mulai digelar langsung 2004. Tetapi sebenarnya teknik survei di Indonesia  sudah lama dikenal dan dilakukan oleh banyak orang atau  badan.

Awal mula survei  atau polling  di Indonesai menururt beberapa catatan ,malah dilakukan oleh swasta,yaitu para perusaahan yang bergerak dibidang perdagangan retail, unilever, atau yang surveinya lebih detail adalah Procter&Gambler.
Unilever tercatat melakukan survei merek dagang yang disuka masyarakat sejak tahun akhir 60 an. Kemudian tahun 70 an,sudah banyak perusahaan produsen barang kebutuhan pribadi seperti sabun,odol, sampo,sepeda motor,juga farmasi melakukan survei tentang merek yang diingat  dan dipilih jika seseorang membutuhkan.Memang di dunia politik di Indonesai,survei adalah hal baru,tapi tidak bagi bidang lain,seperti penggiat manajemen pemasaran atau statistik, atau yang terkait dengan halkependudukan atau kebumian.Para mahasiwa S1  statistik,manajemen atau jurusan eksak sudah akrab dengan survei sejak tahun 80an. Dan buku statistik terbitan Bandung tahun 1975  sudah memuat metode survei  detail,seperti yang  banyak dilakukan oleh lembaga-lembaga yang terkenal saat ini.Dasarnya tidak berubah ,cuma  cara pendekatan yang berkembang. Ini  sama seperti sepeda motor atau mobil yang dasar mesinnya  tidak  banyak berubah, dari jaman 50an sampai saat ini  Dari dulu motor atau mobil  ya bahan bakarnya  bensin, dengan 4 langkah( atau 4 tak ),setir bundar,pake roda karet, yang berkembang cuma asesorisnya dan bentuk luarnya, baik itu asesoris bodi ataupun asesoris mesin. Tapi karena kita gamang dan gumunan,tidak pernah pernah mau dan bisa bikin mobil  sendiri, malah  ikut aturan emisi gas  buang  eropa yang sebenarnya menjebak diri sendiri. Padahal itu  semua adalah asesoris  dan tidak penting mendesak.

Teknik survei juga bermacam-macam.Mulai yang paling mudah cara menarik samplenya,seperti dilakukan oleh perusahaan model dot.com,misal  detik.com,yang mengambil sample dari pembaca dan pembaca  tinggal klik, dan  sampai yang rumit jika harus survei dengan sample di  seluruh  wilayah  Indonesia . Tapi itu semua secara ilmu statistik adalah sah.

Ada juga  survei atau polling  dengan sample yang lebih mudah ,misal dari  media Majakah,dimana pembaca  diminta mengembalikan jawaban lewat  kartu pos. Ini jelas sample cuma diambil  dari pembaca  yang mengirim kartupos ke redaksi. tapi ini juga hasilnya adalah sah menurut ilmu stattistik.Apalagi  dengan bantuan teknologi informatika dan komunikasi  yang pesat,cara pengambilan sample maupun pengolahan data dimungkinkan menjadi lebih mudah ,dan tidak butuh banyak orang,dan itu sah menurut ilmu statistik.

Maka  sebenarnya  ,masyarakat tidak perlu  ribut dengan  hasil survei.  KPU pun  tidak perlu  repot-repot  mengatur tentang suatu survei, kecuali memang survei akan disiarkan di televisi, atau mass  media  yang  bersifat masif ke seluruh Indonesia, beserta  waktunya pengumumannya  yang mendekati pelaksaan pemilu..  Kenapa beda ?  karena siaran TV itu langsung masuk ke rumah kita tanpa permisi, dan bersifat masif, pada saat yang sama dalam jangkauan yang luas. 

Survei adalah hal  biasa, tapi  hasilnya  bisa luar biasa.


Rabu, 29 Januari 2014

Caleg Pilihan DPRD DI Yogyakarta,Dapil Sleman Utara( dapil 6 DIY)


Caleg Pilihan DPRD DI Yogyakarta,Dapil Sleman Utara( dapil 6 DIY)  yaitu meliputi :
Kecamatan Tempel , Sleman, Turi, Ngaglik, Ngemplak, Kalasan, Prambanan.

5 Caleg pilihan  hasil jajak pendapat masyarakat  bulan Januari adalah :

1. Rendradi Suprihandoko , dari PDIP.
2. Ir. H. Rohman Agus Sukamta , PAN
3. Dr.H. Julianto , MSi , Golkar. 
4. Sayun , Gerindra.
5. Huda Tri Yudiana , PKS. 

Untuk peringkat 6 adalah Wahyono SH, MSi, dari Partai Demokrat.


Sabtu, 25 Januari 2014

Pemilu yang Jujur adil, langsung , bebas merupakan kemenangan rakyat.

Pemilu yang jujur ,adil, langsung , bebas merupakan kemenangan rakyat, karena  akan menghasilkan para caleg pilihan yang sesuai hati nurani rakyat Indonesia. Semoga para caleg pilihan  nantinya dapat membawa aspirasi rakyat Indonesia yang belum tersejahterakan dan  mendapat situasi yang adil bagi  kehidupannya.  

Selasa, 21 Januari 2014

Caleg Muda Potensial DPR RI dari dapil Yogyakarta

Dari beberapa  wawanacara-diskusi terhadap sample random di dapil Yogyakarta didapat nama :
Andhika Pandu Puragabaya, dari Partai  Gerindra,
sebagai caleg muda potensial. 

Namanya cukup popular , tetapi untuk perolehan kursi DPR RI perlu perhatian banyak hal teknis lapangan, mengingat sengitnya  pertarungan  di Dapil Yogyakarta.Mudah-mudahan berhasil.



Nama : Andhika Pandu Puragabaya.
Nomor urut : 4.
Partai Gerindra




Rabu, 15 Januari 2014

Caleg Pilihan DPRD Kabupaten Sleman di Dapil Sleman, Turi, Tempel

Data Caleg Pilihan untuk DPRD Kabupaten Sleman   di Dapil  Sleman I yaitu  kecamatan Turi, Tempel, Sleman.

Caleg Pilihan untuk dapil ini adalah :

1. Suhardianto, Partai Amanat Nasional ( PAN ).
2. Fendika Yanuar Rifai , Partai  Demokrat .
3. H.R. Sukaptana, Partai Gerindra .
4. Drs.H. Yazid  N, S.Ag, MM. , Partai Persatuan Pembangunan ( PPP)
5. Diah Emilia Malahayati. , Partai Golkar.
( Chaidir Iswanaji SE, M.Ak , Partai Keadlian Sejahtera).

adapun profilnya adalah : klik nama

Caleg Pilihan DPRD I Dapil Yogyakarta 5, Gamping, Godean, Moyudan, Minggir, Sayegan, Mlati, Depok, Berbah

Caleg Pilihan DPRD I untuk  Dapil Yogyakarta  5 , wilayah :

 Kecamatan Gamping, Godean, Moyudan, Minggir, Sayegan, Mlati, Depok, Berbah di Kota Sleman A.


Selasa, 14 Januari 2014

Bagi para Yth para Caleg (Calon Anggota Legislatif ) ataupun calon anggota DPD

Bagi para Yth para calon Anggota Legislatif atau Calon anggota DPD yang tercantum namanya disini  dan ingin memberikan informasi data atau foto silakan hubungi email : calegpilihan2014@gmail.com

Minggu, 12 Januari 2014

Caleg yang berkinerja baik , diantaranya

Caleg yang sudah pernah menjadi anggota DPR RI dan  berkinerja  baik diantaranya :

1. Marjuki Alie.
2. Pramono Anung
3. Priyo Budi Santoso.
4. Puan Maharani
5. Eddy Baskoro Y
6. Ahmad Muzani

Ukuran kinerja bukan semata mata dari daftar hadir , tetapi yang penting adalah  agenda , program dan kuatnya pengaruh yang berhasil dijalankan.
Ruang kerja anggota DPR bukan hanya di ruang DPR tetapi juga  di masyarakat. 
Kehadiran anggota DPR di ruang rapat suatu hal penting tetapi menyuarakan suara rakyat lewat berbagai agenda pembahasan dan mengegolkan agenda itu jauh lebih penting , daripada hadir di rapat tetapi cuma diam.

Untuk inilah nama-nama diatas muncul sebagai anggota DPR berkinerja baik.